Connect with us

General News

Beralih ke AI, Hong Kong Berencana PHK 10 Ribu PNS Demi Pangkas Pengeluaran Negara

Unsplash/Alison Pang

SPILLS.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Hong Kong berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 pegawai negeri sipil (PNS) sebagai langkah untuk memangkas pengeluaran negara.

Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan, mengatakan bahwa PHK akan dilakukan pada April 2027, bersamaan dengan pembekuan gaji pegawai sektor publik tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengendalikan defisit anggaran serta mengalokasikan dana bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan sektor teknologi tinggi lainnya.

“Ini memberi kita jalur yang jelas untuk memulihkan keseimbangan fiskal dalam rekening operasional, dengan cara yang terencana dan progresif,” kata Chan saat mengumumkan anggaran tahunan Hong Kong, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (26/2/2025).

Pengurangan Pengeluaran Publik Hingga 7%

Paul Chan menuturkan bahwa pemangkasan ini akan mengurangi belanja pemerintah sebesar 7% hingga Maret 2028.

“Pemotongan belanja akan meletakkan fondasi fiskal yang berkelanjutan untuk pembangunan di masa mendatang,” ucapnya.

Dalam kurun waktu dua tahun mendatang, jumlah pegawai negeri di Hong Kong akan dikurangi sebanyak 2% secara bertahap.

Fokus pada Pengembangan AI dan Teknologi Tinggi

Selain efisiensi anggaran, Hong Kong juga mendorong pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi lainnya, termasuk robotika.

“Hong Kong akan memanfaatkan kekuatannya sebagai platform internasional guna meningkatkan pengembangan industri AI,” tambah Chan.

Untuk mendukung inisiatif ini, pemerintah Hong Kong telah mengalokasikan dana sebesar 1 miliar dolar Hong Kong (sekitar Rp2,1 triliun) bagi lembaga penelitian dan pengembangan AI.

Washington, D.C. Alami Lonjakan Pengangguran Akibat Kebijakan Pemangkasan Pegawai Federal

Sementara itu, di Washington, D.C., kebijakan pemangkasan pegawai federal oleh Presiden Donald Trump menyebabkan lonjakan pengangguran yang signifikan.

Dilansir dari CNBC, Minggu (16/2/2025), sejak awal tahun 2025:

  • Hampir 4.000 pekerja di Washington, D.C., telah mengajukan klaim asuransi pengangguran.
  • Dalam enam minggu pertama tahun ini, jumlah klaim mencapai 7.000, meningkat sekitar 55%dibandingkan periode sebelumnya.
  • Peningkatan tertinggi terjadi pada 8 Februari, dengan 1.780 klaim, naik 36% dari pekan sebelumnya, dan lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski terjadi lonjakan pengangguran di D.C., tren ini tidak terlihat secara nasional. Rata-rata klaim pengangguran di seluruh Amerika Serikat tetap stabil di angka 216.000, bahkan mengalami sedikit penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Kebijakan Trump untuk Merampingkan Pemerintahan

Gelombang PHK ini merupakan bagian dari kebijakan Trump untuk merampingkan birokrasi pemerintahan. Gedung Putih telah menginstruksikan:

  • Pemecatan karyawan dalam masa percobaan
  • Program pensiun dini bagi sekitar 75.000 pegawai federal

Raj Namboothiry, Wakil Presiden Senior di Manpower North America, mengatakan tren ini kemungkinan akan terus meningkat.

“Dampaknya terhadap ekonomi secara nasional masih terbatas karena jumlah pegawai federal tersebar di berbagai daerah dan sektor industri,” kata Namboothiry.

Langkah pemangkasan ini menunjukkan bahwa baik Hong Kong maupun Amerika Serikat tengah menghadapi tantangan ekonomi dan mencoba mengoptimalkan anggaran mereka melalui efisiensi tenaga kerja.

Exit mobile version