Uncategorized
FKUB Tangsel Maknai Kemerdekaan sebagai Penguat Kerukunan dan Persaudaraan
SPILLS.ID, TANGERANG SELATAN — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangerang Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan antarumat beragama.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kajian Lintas Agama (KLA) yang digelar di Megantara Park, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2026). Kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan perayaan hari jadi ke-17 FKUB Kota Tangerang Selatan.
Ketua FKUB Kota Tangerang Selatan, KH Ahmad Sopian, mengatakan bahwa kemerdekaan tidak seharusnya hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Nilai-nilai kemerdekaan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebersamaan, kekompakan, dan sikap saling menghormati.
Menurutnya, perbedaan agama dan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun persaudaraan. Dialog lintas agama justru menjadi salah satu jalan untuk menumbuhkan sikap saling memahami dan menguatkan di tengah keberagaman masyarakat.
“Indonesia kuat ketika umatnya rukun,” ujar Ahmad Sopian.
Ia menjelaskan, Kajian Lintas Agama merupakan bagian dari upaya menjaga semangat kemerdekaan agar tetap hidup di tengah masyarakat. Melalui forum tersebut, para tokoh dan umat beragama dapat saling mendengarkan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam merawat persatuan.
Staf Wali Kota Tangerang Selatan, H. Hamdani, turut menyampaikan apresiasi kepada FKUB, Romo Petrus, dan seluruh tokoh lintas agama yang selama ini berkontribusi menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap aman, damai, dan harmonis.
Mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Hamdani mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen keagamaan yang ikut mendukung dan memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Ia berharap program Kajian Lintas Agama dapat terus dilaksanakan sebagai ruang untuk membangun kebersamaan.
Menurut Hamdani, kolaborasi antara pemerintah daerah, FKUB, dan para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat Tangerang Selatan yang majemuk.
Sementara itu, Romo Petrus memperkenalkan Megantara Park sebagai ruang edukasi, dialog, dan interaksi sosial yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
Megantara Park mengembangkan konsep “PABULESO”, akronim dari Politik, Agama, Budaya, Lingkungan, Ekonomi, dan Sosial. Konsep tersebut menjadi landasan bagi berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kawasan itu.
Selain menjadi tempat kajian dan dialog, Megantara Park juga menjalankan sejumlah program sosial dan pendidikan. Di antaranya rumah makan gratis setiap Rabu, pendidikan kesetaraan Paket C, serta sanggar tari yang terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat menjadikan Megantara Park sebagai rumah bersama bagi masyarakat Tangerang Selatan untuk belajar, berkreasi, berinteraksi, dan mempererat tali persaudaraan.
Kajian Lintas Agama kali ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Erwin Susilo, pemateri dari unsur Katolik, menyampaikan pembahasan mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), termasuk peluang dan tantangannya bagi kehidupan masyarakat.
Pengurus harian FKUB Tangsel, Gus Hafiz, mengingatkan bahwa toleransi perlu terus dijaga tanpa mengganggu maupun mengurangi keyakinan masing-masing pemeluk agama.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi AI dan derasnya arus informasi yang berpotensi mempercepat penyebaran hoaks. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kemampuan literasi informasi agar dapat menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan bermartabat.
Menurutnya, penguatan literasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat dan generasi mendatang menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai kerukunan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng untuk memperingati hari jadi ke-17 FKUB Kota Tangerang Selatan. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus peneguhan komitmen untuk terus merawat kerukunan umat beragama di Kota Tangerang Selatan.
