Spills News
Dari Intelijen ke Kursi Kapolda, Dekananto Eko Purwono Kembali Mengabdi di Jawa Timur
SURABAYA — Jawa Timur menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdian Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Perwira tinggi yang memiliki rekam jejak panjang di bidang intelijen dan keamanan itu ditunjuk menjadi Kapolda Jawa Timur, menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto. Sabtu, (3/10).
Penunjukan tersebut tertuang dalam mutasi Polri tertanggal 2 Oktober 2026. Sebelum mendapat amanah ini, Dekananto menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Kini, ia kembali ke wilayah yang pernah menjadi bagian penting perjalanan kariernya.
Bagi Dekananto, Jawa Timur bukan medan pengabdian yang asing. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Timur. Penugasan itu memberinya pengalaman berhadapan dengan dinamika keamanan serta hubungan antarkelompok masyarakat di wilayah tersebut.
Lulusan Akademi Kepolisian 1994 asal Bojonegoro ini kemudian melanjutkan penugasan sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya pada 2024. Pada 2025, ia dipercaya menjadi Direktur Politik Baintelkam Polri, sebelum ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya pada Agustus tahun yang sama. Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan perjalanan dari tugas intelijen menuju tanggung jawab kepemimpinan kepolisian yang lebih luas.
Membaca Situasi, Menjaga Kepercayaan
Latar belakang intelijen menjadi sudut menarik untuk melihat amanah baru Dekananto. Dalam kerja kepolisian, kemampuan membaca situasi, mengenali potensi gangguan, dan memahami dinamika masyarakat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan.
Pengalaman tersebut dapat menjadi modal dalam memimpin Polda Jawa Timur. Namun, tanggung jawab seorang Kapolda juga menuntut kemampuan menerjemahkan informasi menjadi keputusan yang tepat, pelayanan yang mudah dijangkau, serta penegakan hukum yang adil.
Jawa Timur memiliki kehidupan sosial yang beragam. Aktivitas masyarakat, dunia pendidikan, kawasan industri, komunitas olahraga, hingga perguruan pencak silat menghadirkan kebutuhan keamanan yang memerlukan komunikasi dan pendekatan sesuai konteks.
Karena itu, pengalaman mengenali wilayah perlu berjalan bersama kesediaan mendengar masyarakat. Kehadiran polisi akan semakin bermakna ketika warga merasa aman untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh penanganan yang jelas.
Kembali dengan Tanggung Jawab Lebih Besar
Penunjukan Dekananto menjadi Kapolda Jawa Timur membawa tanggung jawab yang melampaui pencapaian pribadi. Amanah tersebut menyangkut pelayanan kepada masyarakat, profesionalisme jajaran, serta kemampuan menjaga kepercayaan publik.
Dari bidang intelijen menuju kursi Kapolda, perjalanan Dekananto kini memasuki tahap ketika kecermatan membaca keadaan harus diwujudkan dalam kepemimpinan yang dapat dirasakan masyarakat.
Harapannya sederhana: potensi konflik dapat dicegah, persoalan warga ditangani dengan sungguh-sungguh, dan hukum ditegakkan secara konsisten. Di situlah amanah baru ini akan menemukan makna pengabdiannya—ketika keamanan hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Timur.
