General News
Ratusan Keluarga di Kepahiang Mundur dari Penerima Bansos Usai Rumah Ditempeli Stiker “Keluarga Miskin”
SPILLS.CO.ID, Jakarta – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, memilih mengundurkan diri setelah rumah mereka ditempeli stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” oleh Dinas Sosial setempat.
Program pemasangan stiker tersebut mulai dilakukan pada Senin (20/10/2025) dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang, Helmi Johan. Menurutnya, pemasangan dilakukan secara acak di sejumlah lokasi, seperti Kelurahan Pasar Ujung, Padang Lekat, dan beberapa wilayah lainnya.
“Sebenarnya pemasangan stiker itu bentuk edukasi dan sosialisasi bagi warga. Kalau masih mau menerima bansos, stiker akan tetap dipasang. Tapi kalau mengundurkan diri, maka stiker akan dicopot,” ujar Helmi Johan saat dihubungi melalui telepon, Rabu (22/10/2025).
Banyak Penerima Sudah Mampu
Helmi menjelaskan, saat proses pemasangan berlangsung, pihaknya menemukan sejumlah penerima bansos yang ternyata sudah mengalami peningkatan ekonomi.
“Banyak hal mengejutkan saat pemasangan stiker. Ada penerima yang sudah punya mobil, rumah berlantai keramik, dan kondisi ekonominya membaik,” kata Helmi.
Ia menambahkan, akibat masifnya pemasangan stiker, ratusan KPM memutuskan mundur dari daftar penerima bantuan.
“Ada yang spontan mundur saat hendak dipasangi stiker, ada juga yang datang ke kantor Dinsos untuk mengajukan pengunduran diri karena merasa sudah mampu,” ujarnya.
Helmi memastikan, bantuan dari KPM yang mundur akan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
“Ada yatim piatu, penyandang disabilitas, dan keluarga miskin lain yang juga perlu bantuan. Jadi, kalau ada yang mundur karena sudah mampu, itu justru memberi kesempatan bagi yang lain,” imbuhnya.
Warga Mengaku Tidak Lagi Layak
Salah satu warga yang mundur dari penerima bansos, Darlena, mengaku kini merasa tidak layak menerima bantuan karena ekonomi keluarganya sudah membaik.
“Setahun kami terima bansos. Sekarang ekonomi sudah lebih baik, jadi saya nyatakan mundur dari KPM,” ujar Darlena di hadapan Kepala Dinas Sosial.
Hal serupa disampaikan Anita, warga lain yang telah tujuh tahun menjadi penerima bantuan.
“Kami tujuh tahun menikmati bansos, sekarang gantian biar yang lain merasakan,” ucapnya.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kepahiang tahun 2025 mencapai 8.782 KPM, sedangkan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 12.896 KPM.
Respons Kementerian Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul turut menanggapi fenomena banyaknya keluarga yang mundur sebagai penerima bansos setelah rumah mereka ditempeli stiker “Keluarga Miskin”.
“Kalau soal ada beberapa KPM yang mundur setelah ditempeli stiker, itu merupakan inisiatif daerah,” kata Gus Ipul, Selasa (28/10/2025).
Ia menegaskan, anggaran bansos dari keluarga yang mundur akan dialihkan kepada penerima baru yang memenuhi kriteria.
“Pasti kita alihkan kepada mereka yang memenuhi syarat,” ujarnya.
Gus Ipul juga menyampaikan, selama lima hari terakhir tim pendamping dan pemerintah daerah telah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan data penerima bansos.
“Per hari ini sudah ada lebih dari dua juta keluarga penerima manfaat yang dinyatakan tidak layak menerima bansos,” ungkapnya.
Ia pun berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah aktif memperbarui data penerima manfaat.
“Kami berterima kasih kepada daerah yang sudah turun langsung memperbarui data keluarga penerima bansos,” kata Gus Ipul.
